Senin, 22 Juli 2019

Mata Uang Dunia | Mata Uang Singapura


Tahan Dulu! Mau Wisata ke Singapura, Dolar-nya Lagi Naik
MATA UANG SINGAPURA

Mata Uang Dunia - Dolar Singapura menguat tipis melawan rupiah pada perniagaan setelah menjangkau level terlemah semenjak Februari 2018.

Belum terdapat momentum pergerakan baru, rupiah seharusnya masih unggul melawan dolar Singapura, tetapi menyaksikan posisinya maka wajar andai ada aksi ambil untung atau profit taking, Mata Uang Garuda juga memberi jalan guna menguat untuk Mata Uang Negeri Merlion.

Bank Indonesia (BI) yang memangkas suku bunga acuan 7 Day Reverse Repo Rate 25 basis poin (bps) lalu menaikkan kinerja rupiah. Gubenur BI Perry Warjiyo bahkan membuka kesempatan untuk pulang memangkas suku bunga di masa yang bakal datang.

Baca Juga : BBM Mati, Blackberry Masih Bergeliat

"BI memandang masih tersingkap ruang untuk kebijakan moneter yang akomodatif, sejalan dengan rendahnya inflasi dan momentum mendorong perkembangan ekonomi. Kami telah akomodatif dalam sejumlah bulan terakhir dan tetap akomodatif ke depannya," papar Perry

Pelonggaran moneter oleh Perry dilaksanakan karena BI bukan sebab perekonomian sedang terancam, melainkan sebab mempunyai ruang pelonggaran lebih banyak terutama sebab terjaganya inflasi. Ruang itu dimanfaatkan oleh BI guna memacu perekonomian lebih kencang.

Baca Juga : Kegendutan Informasi dan Ideologisasi Hasrat

Hal tersebut menciptakan rupiah berjaya pada hari Jumat, sampai menekan dolar Singapura ke level terendah semenjak Februari 2018. Pada perniagaan hari ini dolar Singapura pun sempat tertekan ke level Rp 10.229,86 sebelum memangkas pelemahan itu dan berbalik menguat dampak aksi profit taking.

Berikut tabel pergerakan dolar Singapura melawan rupiah sepanjang bulan Juli.

0 komentar:

Posting Komentar