Selasa, 23 Juli 2019

Mata Uang Dunia | Mata Uang Vietnam




Mata Uang Dunia - Lonjakan buatan di Vietnam seharusnya menciptakan para pelaku industri manufaktur senang, ternyata mereka ketika ini malah resah andai sewaktu-waktu Donald Trump menunjukkan ancaman tarifnya ke arah Hanoi.

Setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerapkan tarif yang lebih tinggi untuk China, buatan di Vietnam merasakan overdrive.
Pabrikan China, yang ketika ini diberi beban dengan tarif impor AS sebesar 55%, memindahkan sejumlah kegiatan buatan mereka ke Vietnam, sementara bisnis lokal merasakan lonjakan pesanan.

Pada Juni saja, impor sel surya AS dari Vietnam melonjak 656% secara tahunan.
Lonjakan perniagaan yang meliputi sekian banyak  macam sektor mulai dari produk furnitur IKEA sampai sepatu Nike Inc. tersebut sekarang memicu pemantauan Washington, potensi ini menciptakan produsen laksana IREX resah.

Vietnam terus membuka diri untuk investor asing sekitar bertahun-tahun guna menjadi pusat manufaktur di area Asia, dengan eksistensi top laksana Samsung Electronics Co, Intel Corp, dan Nestle SA yang menegakkan pabrik di sana.

Keterbukaan perdagangan, serta tenaga kerja murah dan kedekatannya dengan China, menolong Vietnam sukses menavigasi proteksionisme global yang berkembang saat sebagian besar pelaku industri menggali perlindungan dari perang dagang.

Dengan laju yang paling cepat, peringkat Vietnam terus naik guna menjadi partner dagang AS yang signifikan.

Surplus perniagaan tahunan Vietnam dengan AS telah mendahului US$20 miliar semenjak 2014 dan menjangkau US$40 miliar tahun lalu.

Berdasarkan data Biro Sensus AS, ini adalahpencapaian tertinggi dari daftar pada 1990-an silam.

Untuk 5 bulan kesatu tahun ini, surplus perniagaan Vietnam-AS telah lebih tinggi 43% dari US$21,6 miliar tahun lalu.

Pemerintahan Trump kini menekan supaya negara berpenduduk 97 juta jiwa itu memangkas surplus perdagangannya, menakut-nakuti salah satu ekonomi dengan perkembangan tercepat di dunia.

Masalah dibuka pada Mei, saat Departemen Keuangan AS menambahkan Vietnam ke susunan pantauan negara-negara yang dimonitor berpotensi mengerjakan manipulasi mata uang.

Sebagai tanggapan atas desakan AS, Vietnam lantas mengumumkan perbuatan keras terhadap eksportir China yang memindahkan produk melewati negara Asia Tenggara dengan label Made-in-Vietnam palsu untuk mencukur tarif Trump.

Bulan lalu, Trump mencerminkan Vietnam sebagai satu-satunya penindas terburuk saat ditanya apakah dia berniat guna mengenakan tarif impor terhadap negara tersebut.

AS pun baru saja menerapkan bea lebih dari 400% guna impor baja Vietnam yang berasal dari Korea Selatan dan Taiwan.

Kebijakan ini menanam para pejabat Vietnam dalam posisi yang tidak nyaman.

“Mereka paling gugup dan bingung. Mereka tidak tahu apa tahapan Trump selanjutnya," kata Alexander Vuving, seorang profesor di Pusat Studi Keamanan Asia-Pasifik Daniel K. Inouye di Hawaii.

0 komentar:

Posting Komentar